Skip to main content
Langsung ke kalkulator
Advertisement

Terakhir diperbarui: 21 Agustus 2026

Kalkulator Pinjaman

Quick Answer

A loan payment is calculated using the standard amortization formula M = P × r(1+r)^n / ((1+r)^n − 1), where P is the principal, r is the periodic interest rate (APR divided by payment periods per year), and n is the total number of payments. For zero-interest loans, the payment simplifies to M = P / n. This free calculator supports monthly, bi-weekly, and weekly payment frequencies and shows how extra payments reduce total interest and payoff time.

The loan payment formula is M equals P times r times (1 plus r) to the power n, divided by (1 plus r) to the power n minus 1, where P is the principal, r is the periodic interest rate, and n is the total number of payments.

Poin Penting

  • Rumus: M = P × r(1+r)^n / ((1+r)^n − 1); APR 0%: M = P / n
  • Pembayaran dua mingguan mempersingkat KPR 30 tahun sebesar 4–5 tahun
  • Pembayaran ekstra langsung mengurangi pokok
  • Selalu bandingkan APR (termasuk biaya), bukan hanya suku bunga nominal
  • Jangka waktu lebih pendek berarti total bunga lebih sedikit
Membantu
Tidak membantu
Simpan sebagai gambar
Bagikan
Sematkan
Kutip
Tulis umpan balik

Rumus

M = P × r(1+r)^n / ((1+r)^n − 1)

Dimana:

  • M=Cicilan berkala(USD)
  • P=Pokok pinjaman(USD)
  • r=Suku bunga periodik (suku bunga tahunan / jumlah periode per tahun)(desimal)
  • n=Total jumlah cicilan(periode)
Loan Calculator — Amortization Formula and Payment BreakdownDiagram illustrating how each loan payment is split between interest and principal over time. The left panel shows the amortization formula with labeled variables. The center panel shows a stacked bar chart where early payments are mostly interest (red) and later payments are mostly principal (blue). The right panel summarizes key outputs.Loan Amortization — Payment Breakdown Over TimeAmortization FormulaM = P × r(1+r)^n───────────────(1+r)^n 1Variables:M = Periodic paymentP = Principal (loan amount)r = APR / periods per yearn = Total payment periodsAt 0% APR: M = P / n(equal principal payments)Interest vs. Principal Per Payment (Illustrative)Payment AmountPayment Number (Early → Late)M (constant)Interest portionPrincipal portionKey OutputsPeriodic Payment (M)USDTotal Amount PaidM × nTotal Interest PaidTotal PPayoff TimeperiodsInterest Savedw/ extra pmtsExtra Payments — How They Reduce Total InterestStandard:n periods+ Extra:Paid off early!Extra payments go directly to principal, eliminating future interest on that amount.
Loan amortization: each payment (M) is constant, but the split between interest (red) and principal (blue) shifts over time. Early payments are mostly interest; later payments are mostly principal. Extra payments accelerate payoff and reduce total interest.

Contoh Perhitungan

KTA – 3 Tahun

Pinjaman Rp10.000 dengan APR 7%, 36 bulan, pembayaran bulanan

  1. 1Bunga bulanan r = 7% / 12 = 0,58333%
  2. 2Total periode n = 36
  3. 3Faktor pembayaran = r(1+r)^36 / ((1+r)^36 - 1) = 0,030877
  4. 4Cicilan M = 10.000 × 0,030877 = 308,77
  5. 5Total dibayar = 11.115,75
  6. 6Total bunga = 1.115,75
Jawaban Akhir: 308,77/bulan USD

KPR – 30 Tahun

Pinjaman Rp250.000 dengan APR 6,5%, 30 tahun, pembayaran bulanan

  1. 1Bunga bulanan r = 6,5% / 12 = 0,54167%
  2. 2Total periode n = 30 × 12 = 360
  3. 3Faktor pembayaran = r(1+r)^360 / ((1+r)^360 - 1) = 0,006321
  4. 4Cicilan M = 1.580,17
  5. 5Total dibayar = 568.861,22
  6. 6Total bunga = 318.861,22
Jawaban Akhir: 1.580,17/bulan USD

Pinjaman Tanpa Bunga – 24 Bulan

Pinjaman Rp5.000 dengan APR 0%, 24 bulan

  1. 1APR = 0% — rumus standar menghasilkan pembagian dengan nol; cicilan pokok sama diterapkan
  2. 2Cicilan M = 5.000 / 24 = 208,33
  3. 3Total dibayar = 208,33 × 24 = 5.000,00
  4. 4Total bunga = 0,00
Jawaban Akhir: 208,33/bulan USD

Pendahuluan

Kalkulator pinjaman memungkinkan Anda menghitung cicilan berkala, total bunga, dan jadwal pelunasan untuk pinjaman apa pun secara instan menggunakan rumus M = P × r(1+r)^n / ((1+r)^n − 1).

Cara Kerja Rumus Amortisasi

Rumus standar M = P × r(1+r)^n / ((1+r)^n − 1) digunakan oleh semua pemberi pinjaman di seluruh dunia. P adalah pokok, r adalah suku bunga periodik, dan n adalah total jumlah periode.

P – Pokok:

jumlah asli yang dipinjam

r – Suku bunga periodik:

APR ÷ 12 (bulanan), ÷ 26 (dua mingguan), ÷ 52 (mingguan)

n – Total periode:

jangka dalam tahun × periode per tahun

M – Cicilan periodik:

tetap selama masa pinjaman

Pinjaman Tanpa Bunga dan Kasus Khusus

Saat APR 0%, rumus standar menghasilkan pembagian dengan nol. Solusi yang benar adalah M = P / n. Kalkulator kami menerapkan ini secara otomatis.

Dampak Frekuensi Pembayaran pada Total Bunga

Pembayaran dua mingguan adalah salah satu strategi paling efektif. Dengan 26 setengah pembayaran per tahun, Anda efektif melakukan 13 pembayaran bulanan penuh, mengurangi pokok lebih cepat.

Bulanan:

12 pembayaran/tahun

Dua mingguan:

26 pembayaran/tahun (= 13 bulanan)

Mingguan:

52 pembayaran/tahun — penghematan bunga maksimal

Kekuatan Pembayaran Ekstra

Setiap rupiah ekstra langsung mengurangi pokok, menghilangkan semua bunga masa depan atas jumlah tersebut. Untuk pinjaman Rp10.000, APR 7%, 36 bulan, Rp100 ekstra per bulan menghemat Rp294,41 bunga.

Jenis Pinjaman yang Dicakup

Kalkulator ini berlaku untuk semua pinjaman berbunga tetap dengan amortisasi penuh:

  • KTA — pinjaman tanpa agunan

  • Kredit kendaraan — pembiayaan kendaraan bermotor

  • Pinjaman pendidikan — pembiayaan pendidikan

  • KPR — kredit pemilikan rumah bunga tetap

  • Kredit usaha — pinjaman bisnis berjangka

  • Jalur kredit pribadi — bila digunakan sebagai pinjaman cicilan berjangka tetap

APR vs Suku Bunga Nominal

Suku bunga nominal adalah biaya pinjaman murni. APR mencakup suku bunga nominal ditambah biaya-biaya. Selalu bandingkan APR saat mengevaluasi penawaran pinjaman.

Berapa Banyak Pinjaman yang Mampu Anda Bayar?

Pemberi pinjaman menggunakan rasio utang terhadap pendapatan (DTI): total cicilan bulanan / pendapatan kotor bulanan. Pertahankan DTI di bawah 43% untuk KPR dan 36% untuk KTA.

Kartu Referensi Cepat

Referensi Cepat Kalkulator Pinjaman

Referensi cepatKalkulator Pinjaman

M = P × r(1+r)^n / ((1+r)^n − 1) | APR 0%: M = P / n

Rentang valid: Pokok > 0; APR ≥ 0%; Jangka waktu ≥ 1 bulan

Nilai Umum

10.000 APR 7% selama 36 bln (bulanan)308,77/bln
250.000 APR 6,5% selama 30 thn (bulanan)1.580,17/bln
5.000 APR 0% selama 24 bln208,33/bln
20.000 pada 5% untuk 60 bulan (bulanan)377,42/bln

Perhatian

  • APR mencakup biaya; suku bunga nominal tidak
  • Pinjaman berbunga variabel tidak dapat dimodelkan dengan rumus ini
  • Beberapa pemberi pinjaman menghitung bunga berbasis 360 hari
  • Pinjaman balon memiliki struktur berbeda

Tips Pro

  • Hanya Rp50 ekstra per bulan pada KPR dapat menghemat jutaan rupiah
  • Pembayaran dua mingguan adalah cara termudah untuk melakukan satu pembayaran ekstra per tahun
  • Selalu bandingkan APR dari berbagai pemberi pinjaman
  • Minta jadwal amortisasi lengkap dari pemberi pinjaman Anda

FAQ

Apa rumus standar untuk cicilan pinjaman?

Rumus amortisasi adalah M = P × r(1+r)^n / ((1+r)^n − 1), di mana M adalah cicilan periodik, P adalah pokok, r adalah suku bunga periodik, dan n adalah total jumlah pembayaran.

Bagaimana cara menghitung bunga bulanan?

Bunga bulanan = saldo terutang × suku bunga bulanan. Untuk Rp10.000 dengan APR 7%: Rp10.000 × 0,005833 = Rp58,33 bulan pertama.

Apa yang terjadi jika suku bunga 0%?

Saat APR 0%, rumus standar menghasilkan pembagian dengan nol. Solusi yang benar adalah M = P / n. Kalkulator kami menanganinya secara otomatis.

Apakah pembayaran dua mingguan menghemat uang?

Ya, secara signifikan. Dengan 26 setengah pembayaran (= 13 bulanan penuh) per tahun, Anda melakukan satu pembayaran ekstra per tahun yang langsung mengurangi pokok.

Berapa banyak yang bisa dihemat dengan pembayaran ekstra?

Untuk pinjaman Rp10.000, APR 7%, 36 bulan, Rp100 ekstra per bulan menghemat Rp294,41 bunga dan melunasi pinjaman 9 bulan lebih awal.

Apa perbedaan antara APR dan suku bunga nominal?

Suku bunga nominal adalah biaya meminjam pokok pinjaman, dinyatakan sebagai persentase tahunan. APR (Annual Percentage Rate) mencakup suku bunga nominal ditambah sebagian besar biaya pemberi pinjaman (biaya administrasi, poin hipotek, biaya penutupan), dinyatakan sebagai tarif tahunan tunggal. Selalu bandingkan APR saat mengevaluasi penawaran pinjaman karena mencerminkan total biaya sebenarnya. Gunakan suku bunga nominal untuk perhitungan pembayaran; gunakan APR untuk membandingkan penawaran bersaing.

Bisakah saya menggunakan ini untuk perhitungan KPR?

Ya. Masukkan pokok KPR, suku bunga tahunan nominal (bukan APR), dan 30 (atau 15) tahun sebagai jangka waktu. Pilih frekuensi pembayaran bulanan atau dua mingguan. Kalkulator menampilkan cicilan, total bunga, dan — jika Anda memasukkan pembayaran ekstra — bulan yang dapat dihemat. Untuk tabel amortisasi lengkap bulan per bulan, gunakan kalkulator amortisasi khusus kami.

Bagaimana jangka waktu pinjaman memengaruhi total bunga yang dibayar?

Jangka waktu lebih panjang menurunkan cicilan bulanan tetapi secara signifikan meningkatkan total bunga. Untuk pinjaman 10.000 dengan APR 7%: jangka 3 tahun menghasilkan bunga 1.115,75; jangka 5 tahun menghasilkan bunga 1.879,50 — 68% lebih banyak meskipun hanya 67% lebih panjang. Ini karena bunga terus bertambah pada saldo yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Pilih jangka waktu terpendek yang mampu Anda bayar untuk meminimalkan total biaya pinjaman.